Ramai Isu Liar, Bamsoet: Saya Bertanggung Jawab Kekurangan Konser Amal Virtual

TANGERANGRAYA.NET –  Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengatakan dirinya bertanggung jawab atas kekurangan yang terjadi dalam konser amal virtual “Berbagi Kasih Bersama Bimbo” pada Minggu (17/5)

Karena itu, dia meminta berbagai pihak tidak menyalahkan siapa pun atas kekurangan yang terjadi dalam penyelenggaraan konser tersebut, apalagi sampai menarik-narik Presiden atau menyalahkan seniman dan para pekerja seni yang sudah ikhlas turut terlibat menyukseskan acara tersebut.

“Jika ada yang patut disalahkan, sayalah orangnya, sepenuhnya tanggung jawab saya.

ADVERTISEMENT

Menurut dia, Presiden Jokowi hanya ingin membantu gagasan para seniman dan para pekerja seni yang sebelumnya datang kepada dirinya, Kepala BPIP, Kepala BNPB untuk melakukan konser dengan niat membantu saudara-saudara sesama seniman yang membutuhkan.

BacaJuga

“Saya melihat gagasan ini sangat mulia, Prof Yudian (Kepala BPIP) dan mas Doni (Kepala BNPB) mendukung acara ini. Alhamdulilah Presiden Jokowi membubuhkan tandatangannya dan menyerahkan motor yang ada di depan kita ini dengan satu harapan, acara ini berjalan sukses dan membantu rakyat yang hari-hari menghadapi kesulitan dalam mengarungi hidupnya,” tuturnya.

Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menepis hoax-hoax terkait konser virtual bersama Bimbo yang digelar untuk penggalangan dana bagi warga yang terdampak virus Corona (COVID-19). Isu liar itu, kata Bamsoet, ramai diperbincangkan di dunia maya.

Bantahan Bamsoet itu disampaikan dalam konferensi pers yang disiarkan di akun YouTube BNPB, Jumat (22/5/2020). Salah satu hoax yang dibantah Bamsoet adalah acara konser yang dihadiri ribuan penonton.

“Beredar di media sosial dan digoreng sedemikian rupa seolah acara tersebut konser dengan panggung besar dan penonton ribuan dan dihadiri oleh presiden secara fisik. Padahal semua berlangsung secara virtual di rumah masing-masing,” kata Bamsoet.

Selain itu, dia juga melaporkan total donasi yang terkumpul per 22 Mei 2020, melalui kitabisa.com terkumpul Rp4.243.310.050 dari target Rp5 miliar, sedangkan dari benihbaik.com terkumpul Rp234.953.584.

Menurut dia, seluruh sumbangan tersebut diserahkan untuk membantu seniman, pekerja seni, pekerja panggung, dan saudara-saudara lainnya yang terdampak pandemik COVID-19 melalui Yayasan Generasi Lintas Budaya.

ADVERTISEMENT

“Partisipasi masyarakat untuk berdonasi sangat luar biasa. Bahkan ada anak kecil yang ikhlas memecahkan celengannya. Tingkat partisipasi publik di kitabisa.com melampaui 1.300 orang, sedangkan di benihbaik.com mencapai 350 orang, ini menunjukan semangat gotong royong yang diwariskan para pendiri bangsa, tidak pernah padam,” ujarnya.

Hadir dalam konferensi pers tersebut antara lain Kepala BPIP Prof. Yudian Wahyudi, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roslani, Ketua Panitia Penyelenggara Konser Olivia Zalianty, tokoh televisi senior Ishadi SK, dan pemenang lelang motor GESITS Warren Tanoesoedibjo yang didampingi sang ayah Harry Tanoesoedibjo.

Bamsoet juga mengatakan kabar soal konser tersebut menelan biasa hingga Rp 6,7 miliar juga merupakan hoax. Faktanya, kata dia, konser itu tidak menelan biaya lebih dari Rp 500 juta.

“Beredar juga katanya konser ini menelan biaya Rp 6,7 miliar. Padahal faktanya tidak sampai Rp 500 juta ya, bukan 500 miliar ya jangan salah lagi,” kata Bamsoet.

Hal itu juga dibenarkan dan diklarifikasi oleh ketua panitia penyelenggara konser, Olivia Zalianty.

“Itu pun menggunakan dana gotong royong dari pribadi-pribadi yang terlibat, sama sekali tidak menggunakan uang negara,” ucap Olivia.

Olivia mengatakan acara konser tersebut disiarkan secara langsung dari TVRI dan di-relay oleh berbagai stasiun TV swasta antara lain iNews, Net Tv, Metro Tv, O Channel, SCTV, Indosiar, dan ANTV, tidak mengeluarkan biaya blocking time.

ADVERTISEMENT