Optimis Menangi Pilkada, Benyamin Siap Tuntaskan ‘PR’ Yang Belum Selesai

Benyamin Davnie

TANGERANGRAYA.NET, Tangsel – Mengantongi Surat Keputusan (SK) dari partai Golkar dan PPP, Benyamin Davnie tak gentar menghadapi hujatan publik selama dirinya mendampingi Airin Rachmy Diani 2 periode.

Benyamin mengakui keputusan melalui Dewan Pimpinan Pusat (DPP) sudah ada ditangannya. Artinya Golkar dan PPP sudah resmi mengusung saya bersama Pilar Saga di Pilkada kedepan.

“Keputusan Partai Golkar sudah dalam keputusan final sama halnya, Partai PPP juga sudah final dan ditanda tangani oleh Ketua Partai,” ungkapnya, saat diwawancara diruangan kantornya, Senin, (13/7/2020).

Ben sapaannya menjelaskan kedepannya ia akan berkomunikasi dengan beberapa partai lain dan mudah-mudahan tidak terlalu lama ada kabar baik, misalnya Partai Nasdem.

“Insya Allah Partai Nasdem mendukung. Diluar itu juga kursi partai yang ada diparlemen juga mudah-mudahan ada keputusan untuk mengusung dirinya,” harapnya.

“Buat saya juga bukan persoalan ada kursi atau tidak ada kursi tetapi bagaimana pun partai ini adalah kelompok masyarakat perlu hadir ditengah-tengah kontestasi Pilkada,” pungkas dia.

Saat ditanya apakah tidak takut menanggung beban dosa selama mendampingin Ibu Airin selama 2 periode? Ben menyatakan dengan yakin bahwa tidak ada ketakutan. Kalau dari awalnya sudah takut kenapa harus menyalonkan diri, mendingan tidak usah dari kemarin.

“Justru saya berfikir dan saya tau harus berbuat seperti apa kedepannya untuk menyelesaikannya masalah tersebut,” jelas dia.

Dia mengakui memang ada 2 pekerjaan yang belom selesai yang ada di Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Pertama adalah pengelolaan sampah yang belom maksimal dan kedua pelayanan air bersih.

“Walaupun kedua hal tersebut kita Pemerintah Kota melalui Dinas terkait sudah mengambil langkah. Soal sampah misalnya, solusi yang diberikan oleh Pemkot adalah penggunaan teknologi melalui Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) dimana Kota Tangsel sudah diatur dalam hal itu yang termaktub di Kepres nomor 35 Tahun 2018,” menurutnya.

Benyamin jelaskan solusinya itu untuk bicara sampah di Kota Tangerang Selatan. Dengan timbunan sampah yang mencapai 900 sampai dengan 1000 ton perhari, lahan yang terbatas, jawabannya ialah teknologi.

“Jadi tidak boleh ragu, tidak boleh takut. Justru kita harus punya solusi atas masalah yang dihadapi masyarakat Tangsel,” tandas dia. (STW/RED)