Pendapatan Turun Drastis, Pedagang Pasar Ciputat Yang Direlokasi Saat Masa Pandemi Ungkap Kekecewa

Kondisi Plaza Ciputat. (Dok: Istimewa)

TANGERANGRAYA.NET, Tangsel – Kebijakan Pemerintah Kota Tangerang Selatan terkait relokasi telah dilaksanakan dan hal ini mendapatkan berbagai kekecewaan para pedagang Pasar Ciputat.

Salah seorang bernama Yono pedagang mengaku, Plaza Ciputat bak kios berhantu yang sepi pelanggan. Ia katakan standarnya dua bak tahu setiap hari, sekarang cuma setengah bak. Tempat yang di Plaza Ciputat itu kurang berkembang, gak ada yang beli.

Banyak yang mempertanyakan dan menyesali disaat perekonomian lemah ditengah pandemi Covid-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) justru merelokasi pedagang Pasar Ciputat, ke tempat tidak mendukung penjualan.

“Sudah 10 hari disitu (Plaza Ciputat), gak kebalik modalnya. Kecewa (Program Pemkot Tangsel soal Relokasi) nya disaat pandemi ini perekonomian turun abis ditambah abis,” ujar pedagang tahu Yono, kepada wartawan, Sabtu, (12/9/2020).

“Mungkin (saat relokasi) gak ada pandemi gak ada masalah. Waktunya aja yang gak tepat. Tidak direlokasi saat pandemi aja (penjualan) turunnya 30 sampai 40 persen,” tandas Yono.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel Maya Mardiana mengaku, revitalisasi pedagang dilakukan untuk memenuhi target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie.

Maya menjelaskan Revitalisasi Pasar Ciputat memang sudah tertuang di RPJMD Kota Tangsel tahun 2019 sampai 2021.

“Pemidahan ke Plaza Ciputat sampai bangunan pasar yang di revitaliasi siap dipakai kembali. Paling lama 10 sampai 12 bulan,
Sampai (lokasi usai revitalisasi) benar-benar smua selesai (pedagang) kembali ke tempat pasar,” ungkap Maya Mardiana beberapa waktu lalu.

Terpisah pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menilai, revitalisasi Pasar Ciputat di tahun politik, akan menimbulkan berbagai persepsi. Terlebih urgensi ditengah pandemi Covid-19, pemindahan pedagang, justru mengurangi penjualan.

Trubus jelaskan, ya kalau sudah dibahas di Badan Anggaran (Banggar) dan sudah selesai semua pembahasannya, harusnya segera dilaksanakan.

“Jika tidak dilaksanakan akan jadi timbul pertanyaan, kenapa justru dikerjakan pada 2020, dimana Tangsel akan melaksanakan Pilkada serentak,” papar Trubus.

“Seperti ada warna kepentingan politik, jika baru dikerjakan saat ini,” tegas Trubus. (STW/RED)