Kontroversi Isu Penghapusan Mapel Sejarah, Nadiem Makarim Beri Klarifikasi

Tangerangraya.net, Jakarta – Rumor penghapusan mata pelajaran sejarah di SMK oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), ramai di bicarakan oleh masyarakat luas.

Banyak yang khawatir dengan penghapusan mata pelajaran sejarah tersebut, akan memicu kesimpang siur terhadap pendidikan anak-anak Indonesia.

Pelajaran yang sama juga disebut akan menjadi mata pelajaran pilihan atau tidak wajib di SMA. Rencana ini disebut terkait dengan upaya penyederhanaan kurikulum yang tengah digodok Kemendikbud.

Namun rumor itu dibantah oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim yang akhirnya angkat bicara berikan klarifikasi.

Melalui akun Youtube resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim berikan penjelasan mengenai rumor yang salah tersebut.

Di dalam video yang berdurasi 02:20 menit, Nadiem menjelaskan bahwa tidak ada kebijakan atau regulasi penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum Nasional.

“Sekali lagi, Tidak ada kebijakan atau penghapusan mata pelajaran sejarah di kurikulum Nasional. Isu ini keluar karena ada presentasi internal yang keluar di masyarakat, dengan salah satu permutasi penyederhanaan kurikulum. Kami punya banyak (permutasi), puluhan versi berbeda yang sekarang tengah melalui FGD dan uji publik” Kata Nadiem

AKUN YOUTUBE KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Mantan CEO Gojek itu juga mengungkapkan jika penyederhanaan kurikulum tidak akan dilakukan hingga 2022. Ia menjelaskan pada tahun 2021 pihaknya kan melakukan percobaan pada beberapa sekolah penggerak yang terpilih dan tidak akan dilakukan secara nasional.

Sehingga pada tahun 2021 tidak akan ada perubahan kurikulum apalagi penghapusan mata pelajaran Sejarah. Nadiem Makarim mengaku sedikit terkejut dengan penilaian masyarakat yang mempertanyakan komitmen sejarah bangsa kepadanya.

“Padahal misi saya adalah untuk memajukan pendidikan sejarah yang kembali relevan dan menarik bagi anak-anak kita,” ungkap Nadiem

“Anak-anak saya tidak akan tahu bagaimana melangkah ke masa depan tanpa mengetahui dari mana mereka datang,” tuturnya.

Nadiem Makarim mengungkapkan jika misinya sebagai Menteri Pendidikan berbanding terbalik dengan isu yang saat ini berkembang.

“Kakek saya merupakan salah satu tokoh perjuangan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Sedangkan kedua orang tua saya merupakan seorang aktivis nasional yang membela hak asasi rakyat Indonesia dan berjuang melawan korupsi” ungkap Nadiem.

Ia ingin menjadikan sejarah sebagai suatu hal yang relevan untuk generasi muda dengan penggunaan media yang menarik, yang bisa menginspirasi.

“Identitas generasi baru yang nasionalis bisa terbentuk dari suatu Collective memory yang membanggakan dan menginspirasi,” katanya.

Nadiem Makarim juga menghimbau masyarakat agar tidak membiarkan informasi yang tidak benar kemudian menajdi liar.

“Semoga klarifikasi ini bisa menenangkan masyarakat dan sejarah adalah tulang punggung dari identitas nasional kita tidak mungkin kami hilangkan,” pungkasnya. (ASA/RED)