One Tangerang Escorting Ambulance, Relawan Kawal Ambulans Tanpa Pamrih Membantu

  • Bagikan

Tangerangraya.net, Tangerang – Komunitas One Tangerang Escorting Ambulance atau One Ambulance tebentuk dengan tujuan untuk membantu rute serta membuka jalan untuk para sopir ambulans menyelamatkan nyawa orang lain.

Di Indonesia keberadaan mobil ambulans dengan sirene kerap kali disepelekan oleh pengendara di jalan. Bahkan, sering kali jarang di beri jalan alias dihalangi oleh kendaraan lain. 

Padahal, Ambulans yang mengangkut orang sakit mendapatkan prioritas kedua setelah kendaraan pemadam kebakaran yang bertugas. Itu semua sudah diatur dalam UU No 22/2009 tentang lalu lintas dan jalan raya. Pada pasal 134, diatur mengenai penggunaan jalan yang memperoleh hak utama.

Komunitas Relawan One Tangerang Ambulance Escorting / One Ambulance Tangerang

“Tujuan terbentuk Relawan One Tangerang Escorting Ambulance atau atau One Ambulance, karena kami peduli dan terketuk hati untuk membantu sesama. Karena ketepatan waktu ambulans yang membawa pasien dalam kondisi emergency menjadi salah satu faktor yang bisa menyelamatkan nyawa seseorang” Ucap Beni Benanda,  Ketua One Tangerang Escorting Ambulance, Rabu ( 23/09/2020)

Saat bertemu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tangerang, Jl. Jend. Ahmad Yani No.9, Sukaasih, Kec. Tangerang, Kota Tangerang, Banten. Beni menceritakan, sejak tahun 2019 berdiri dengan total 60 orang, Kini anggota kami terus mengalami pertambahan jumlah yang cukup banyak. Saat ini, paling tidak sudah terdapat sekitar 90 orang relawan.

Lebih lanjut, Beni menjelaskan, komunitasnya bukan hanya melakukan pengawalan di wilayah Kota Tangerang tetapi juga lintas wilayah. Serta juga membantu masyarakat yang harus masuk rumah sakit dan korban kecelakaan lalu lintas baik masyarakat umum ataupun ojek online.

Photo : Istimewa

“Semalam, kami baru saja mengawal korban lakalantas di wilayah kedoya sampai ke kediamannya di Rajeg, Kab. Tangerang. Selesai Jam 3 pagi dan barusan ada yang japri kesaya izin melintas membawa pasien ke RSUD Kab. Tangerang dari wilayah Tangsel” ujarnya

Saat pengawalan, Beni menjelaskan, bahwa mereka mempunyai Standar Operasional Pelayanan (SOP) yang harus di ikuti oleh seluruh anggotanya.

“Satu ambulans terdiri dari lima motor yang mengawal. Satu motor paling depan, dua motor di belakangnya alias tepat di depan ambulance dan dua motor lagi di belakang (ambulans),” tuturnya.

Benny menceritakan suka dukanya selama bekerja dengan asas kemanusiaan itu.

“Dukanya tidak ada, Malah sekarang masyarakat lebih peduli terhadap kami dan tentunya kami bisa mengawal ambulans agar segera sampai tempat tujuan dan mendapatkan perawatan atau penanggan segera” ucap Beni.

Komunitas Relawan One Tangerang Escorting Ambulance / One Ambulance. Photo : Istimewa

Tak hanya itu, ketika mengawal ambulans yang melaju dengan kecepatan tinggi, Beni mengaku bahwa saat itu juga bahaya sedang mengintai.

Itu semua rela mereka terima, walau tak sepeserpun rupiah mereka terima. Ditambah segala kebutuhan operasional, dikeluarkan dari kantong pribadi.

Dian Wiryawan, Salah satu supir ambulans dari Rescue Perindo Tangsel menggungkapkan bahwa dengan adanya penggawalan tersebut, tugasnya untuk mengantarkan si pasien bisa lebih cepat sampai.

“Saya dan juga mungkin seluruh supir ambulans yang ada di wilayah Tangsel sekitarnya, banyak berterima kasih kepada para relawan yang senantiasa mengawal kami, Jadi tugas kami menggantar pasien bisa cepat sampai” Ungkap Dian di RSUD Kabupaten Tangerang yang baru saja mengatar salah satu warga.

Saat Pengawalan. Photo : Istimewa

Hal senada juga di ungkapkan oleh Gatot, salah satu pihak keluarga pasien yang di bawa oleh Dian serta di kawal oleh para relawan dari rumahnya di daerah Cicayur ke RSUD Kabupaten Tangerang.

“Saya atas nama keluarga, mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan ambulans dari Rescue Perindo Tangsel dan juga penggawalannya teman-teman relawan, Alhamdullialh Kaka saya dapat penanggan secepatnya di Rumah Sakit” ucapnya saat di temui oleh redaksi Tangerangraya.net di RSUD Kabupaten Tangerang.

Beni mengungkapkan harapannya, bahwa ia menginginkan komunitasnya itu dapat diakui, minimal di wilayah Pemerintah Kota Tangerang.

“Kami disini para relawan rata-rata, pengemudi Ojol. Kami berharap kehadiran kami bisa membantu masyarakat luas dan menjadi perhatian khusus bagi pemerintah setempat” tutup Beny. (ASA/RED)

  • Bagikan