Banpres Kembali Turun, Warga Minta Pemkot Lakukan Pembaruan Data

Tangerangraya.net, Jelupang – Bantuan sembako dari Presiden (Banpres) ke-9 melalui Kementerian Sosial RI kembali di distribusikan ke warga masyarakat di RT 02 RW 01 kelurahan Jelupang, Serpong Utara, Sabtu (26/09/2020).

Sejak pandemi Covid-19 menghantam Indonesia, banpres sudah sembilan kali dibagikan di wilayah tersebut. Dikatakan Riyon, pembagian paket sembako kali ini mengalami penurunan kualitas dan quantitas baik barang maupun penerimanya.

Bantuan Presiden ( Banpres ) Tahap 9 | Photo : Istimewa

“Terjadi penurunan penerima banpres kali ini, dari sebelumnya 400 Paket sekarang hanya kurang lebih 300 untuk 3 RT. Untuk isi juga berbeda, Jika di tahap sebelumnya ada Beras dan isi kantong paketan 8 Mie, 8 Sarden kecil, 2 Liter minyak goreng, 1 Saus, dan 1 Kecap. Untuk tahap 9 kali isi kantong paketan menjadi Susu bubuk 400gr, 1 Biskuit ,2 Sarden kecil dan Bimoli 2 Liter” ujar Riyon, salah satu warga RT 02/01 saat memberikan keterangannya kepada redaksi, Tangerangraya.net, Sabtu (26/9/2020).

Selain itu, aktivis kemanusiaan ini juga menyayangkan, penerima paket banpres ini hanya di terima oleh orang yang itu-itu saja, dan tidak merata kesemua masyarakat. Apalagi yang memang jelas-jelas terdampak dan sangat membutuhkan.

“Semoga Pemkot Tangsel dengan Dinas Sosial Tangsel proaktif untuk segera melakukan pembaharuan Data dan berkoordinasi dengan pihak Kelurahan, RW/RT setempat untuk mendata kembali masyarakat yang tidak mendapatkan Banpres agar tepat sasaran” ucap Riyon

Tujuannya tak lain, tutup Riyon, supaya merata pembagian bantuan presiden tersebut.

“Ada warga yang di bilang mampu menerima bantuan tersebut sedangkan warga yang benar membutuhkan itu tidak ada terdata, oleh karena itu harus ada pembaharuan data yang akurat” tegas Riyon

Walaupun ada perubahan isi paketan sembako ditahap 9 ini, banyak warga masyarakat terdampak Covid-19 yang menerima dengan antusia dan berterimaksih kepada bapak Presiden Joko widodo yang hingga kini masih peduli dengan masyarakat di seluruh Indonesia. (ADO/RED)