KIPP Indonesia: Bawaslu Tangsel Kurang Proaktif dan Sosialisasi Kepada Masyarakat

Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia
Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia

Tangerangraya.net, Tangsel  – Kurang proaktifnya Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), dalam mencari fakta laporan dan mempublikasinya ke publik mendapatkan perhatian khusus dari Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia.

Kaka Suminta, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Indonesia, mengatakan seharusnya Bawaslu aktif dalam membuka informasi publik. Terlebih, pada kasus-kasus yang tengah ditangani.

Hal itu dikatakannya, menanggapi kekecewaan LBH Suhendar, terhadap penindaklanjutan laporannya seputar pasangan calon oleh Bawaslu Tangsel.

“Pada saat orang melakukan pelaporan atau informasi, itu bisa jadi temuan Bawaslu dan ditindaklanjuti. Bawaslu bisa mencari fakta yang sebenarnya terjadi seperti apa,” kata Kaka Suminta, Sabtu (14/11/2020).

“Jika ada kasus dugaan kebohongan publik, kalau bukti bukti sudah ada, tinggal diperiksa. Nah sekarang itu diperiksa atau ngga,” lanjutnya.

Tambahnya, seharusnya Bawaslu segera memberikan informasi kepada masyarakat terhadap laporan-laporan yang sudah masuk atau yang sedang ditindaklanjuti.

“Bawaslu itu harusnya lebih banyak ruang kepada publik, terlebih di masa pandemi seperti ini. Proses tahapan, proses kasusnya, itu harus disampaikan kepada masyarakat. Memberikan informasi yang lebih kepada masyarakat, terlebih kepada media,” ungkapnya

Menurutnya, Jika terjadi banyak kasus yang dikeluhkan, bisa jadi bawaslu kurang sosialisasi kepada masyarakat, Pada intinya Bawaslu harus terbuka kepada masyarakat.

Penulis : ADO/BDU