Pasar Sepi Pengunjung Dampak Regulasi PPKM, Pedagang Pasar di Bintaro Lelah Kibarkan Bendera Putih

TANGERANGRAYA.NET, Tangsel   –  Penyebaran pandemi Covid-19 di Indonesia yang terjadi lebih dari 1 tahun ini, berdampak serius pada kondisi ekonomi masyarakat Indonesia, tak terkecuali pedagang pasar yang mempunyai sumbangsih utama dalam ketahanan ekonomi rakyat yang saat ini keadaannya sangat memprihatinkan dan nyaris kolaps.

Kurangnya edukasi kepada masyarakat sehingga mengakibatkan keinginan untuk berbelanja ke pasar pun semakin berkurang mengakibatkan pasar sepi. Hal ini lah yang menyebabkan banyaknya pedagang pasar mengibarkan bendera Putih, karena tidak sanggup menghadapi situasi dampak dari berlakunya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Hal itu disampaikan oleh salah satu  pedagang pasar yang bernama Awit Suroso, kepada Wartawan, Rabu 28 Juli 2021.

Pria yang disapa Awit mengatakan kondisi di berlakukannya PPKM membuat pasar sangat sepi, di tambah banyak pedagang pasar yang tutup, karena tidak kuat dengan situasi seperti ini.

“Saat ini, kondisinya dengan diberlakukan PPKM, pasar sangat sepi. Apalagi ditambah akses menuju ke pasar harus muter karena ditutup ada penyekatan. Pengunjung yang datang ke pasar, diperkirakan hanya 20 hingga 25 persen saja. Banyak yang mulai tutup, karena tidak sanggup menghadapi situasi ini. Apalagi, saat diterapkannya PPKM Darurat Jawa-Bali,” kata Awit.

Awit menilai, banyaknya informasi yang diduga belum tentu kebenarannya, membuat sejumlah pelanggannya enggan datang ke pasar. Sehingga, omzet pun berpengaruh, karena adanya ketakutan masyarakat yang dianggap berlebihan.

“Tidak berpengaruh, intinya pengunjung pasar tetap sepi, sangat berkurang (pendapatan, red). Makanya kita melakukan pengibaran bendera putih kemarin. Pelanggan kita memang kebanyakan warga komplek. Nah, komplek-komplek pelanggan kita itu sangat berbatasan dengan DKI Jakarta. Jadi, mungkin warga sering dengar berita-berita yang menakutkan, jadi mereka (pelanggan) takutnya berlebihan,” ungkap Awit.

“Padahal, di setiap pintu masuk kami sudah menyediakan tempat cuci tangan, dan sabunnya. _Hand sanitizer_ juga kita siapin. Pedagang semua pakai masker, sudah divaksin juga. Jadi, kalau secara Protokol Kesehatan (Prokes), kita sudah paling patuh. Mungkin, kalau dibandingkan dengan pasar-pasar lain, kita yang paling tertib Prokes. Tapi tetap saja, pelanggan takut datang ke pasar,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pasar Modern Bintaro Sektor Dua, Kariyati menuturkan, pihaknya terus berupaya melakukan sosialisasi dan himbauan kepada pembeli. Dikatakan Kariyati, hal itu dilakukan guna mengembalikan kepercayaan masyarakat untuk kembali berkunjung ke pasar.

“Saat ini upaya yang dilakukan oleh pengelola pasar kita menekankan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat. Hal itu untuk meminimalisir ketakutan pengunjung datang ke pasar,” katanya.

“Kedepannya kita akan melakukan sosialisasi dan himbauan kepada pengunjung bahwa pedagang pasar sudah di vaksin dan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Hal itu sebagai upaya mengembalikan kepercayaan pembeli untuk kembali datang berkunjung ke pasar,” pungkasnya. (BJS/RED)