Tak dilengkapi Fasilitas Komputer, Sekolah Negeri di Tangsel Harus Numpang Laksanakan ANBK 2021

TANGERANGRAYA.NET, Tangsel  –   Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) untuk SMP sudah selesai dilaksanakan, akan tetapi masih terdapat SMP di kota Tangsel yang masih menumpang karena tidak memiliki sarana prasarana yang cukup untuk menggelar ANBK secara mandiri.

Pelaksanaan ANBK yang dilakukan secara online kemarin diketahui membuat peserta didik di SMPN 24 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), harus menumpang pelaksanaan ke lokasi yang mendukung ketersediaan jaringan internet.

ANBK sendiri bukan merupakan pengganti UNBK, akan tetapi program tersebut merupakan penilaian terhadap mutu setiap Sekolah, Madrasah dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah.

Wakil Ketua Kurikulum SMPN 24 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Nita Marginingsih, mengatakan pelaksanaan ANBK ini bertujuan untuk menilai sebuah akreditasi sekolah tersebut.

“Tujuan ANBK sendiri dulu, ialah ujian nasional, yang dimana ujian nasional untuk menilai anak anak sesuai dengan menggunakan mata pelajaran tertentu seperti Bahasa Indonesia, IPA, Matematika dan Bahasa Inggris. Jadi ANBK bukan menilai anak secara individual tetapi menilai sekolah tersebut,” katanya kepada, wartawan di tulis, Selasa, (9/11/2021).

ANBK adalah pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah. Ada tiga instrumen dalam ANBK. Pertama yakni Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Mengukur literasi dan numerasi peserta didik.

Kedua, survey karakter. Mengukur sikap, kebiasaan, nilai-nilai sebagai hasil belajar non kognitif. Ketiga, survey lingkungan belajar. Mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang mendukung pembelajaran.

Nita Marginingsih yang akrab di sapa Nita, mengatakan kondisi seharusnya pelaksanaan ANBK 2021 di laksanakan pada bulan Febuari lalu, tetapi waktu itu sekolah tersebut belum mempunyai angkatan pada kelas 8. Karena SMP Negeri 24 Tangsel baru terbentuk pada tahun 2020.

Ternyata kata Nita, pihak kami (sekolah) di hubungi oleh Dinas Pendidikan harus tetap mengikuti ANBK. Sampai saat ini kita belum sinkronisasi dan sebagainya. Akhirnya pelaksanaan terjadi pada Bulan Oktober 2021 dan kami harus mempersiapkannya. Sementara di Bulan akhir Agustus posisi sekolah belum mempersiapkan terutama belum adanya ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai, sedangkan jeda waktu akhir Agustus sampai ke awal Oktober hanya kurang lebih satu bulan.

“SMP Negeri 24 Kota Tangsel belum memiliki fasilitas dan ruang komputer untuk pelaksanaan ANBK tersebut,” tambahnya.

Dalam ANBK, tidak semua siswa dilibatkan. Untuk jenjang SMP hanya 45 siswa 5 di antaranya cadangan.

Nita menjelaskan fakta yang ada pihak sekolah tidak bisa untuk mengadakan Komputer, oleh sebab itu pihaknya berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Tangsel guna mencari solusi atas permasalahan ini.

“Pihak sekolah kami pun untuk pengadaan komputer bagi 45 siswa yang ikut ANBK merasa tidak sanggup. Ketika mengetahui ketidak sanggupan, kemudian kami berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan, untuk mendapatkan solusi atas permasalahan ini,” jelasnya.

“Dinas Pendidikan menyarankan untuk dapat menumpang di sekolah lain dulu, karena Dinas saat itu belum mampu dalam waktu sebulan di todong untuk mengadakan lab komputer di sekolah ini,” imbuhnya.

Namun Nita enggan menjelaskan lebih detail mengenai dimana tempat pelaksanaan ANBK pada SMP Negeri 24 Kota Tangsel.

“Saya tidak bisa mengasih tau dimananya, saya tidak mau nanti ibaratnya membawa-bawa sekolah lain,” tutupnya. (BJS/RED)