SMPN di Tangsel Menumpang Untuk Lakukan ANBK, Dindik: Sarana dan Prasarana Bertahap Sedang di Proses

  • Bagikan

TANGERANGRAYA.NET – Kepala Bidang Pembinaan SMP pada Dinas Pendidikan Kota Tangsel, Muslim Nur, angkat bicara terkait persoalan SMP Negeri di Kota Tangsel yang tidak memiliki fasilitas untuk melaksanakan Assessment Nasional Berbasis Komputer (ANBK).

Muslim menerangkan saat ini fasilitas sarana dan prasarana untuk ANBK pada SMP Negeri sedang dalam proses.

“Terkait sarana prasarana untuk ANBK sedang berproses dan di laksanakan secara bertahap,” katanya kepada, Tangerangraya.net melalui via WhatsApp, Kamis, (11/11/2021.

Muslim menjelaskan, penentuan peserta dalam pelaksanaan ANBK ini di tentukan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia.

“Penentuan peserta ANBK di lakukan oleh Kemdikbudristek, dan semua sekolah di indonesia itu sama yaitu 45 orang dengan 5 cadangan,” jelasnya.

Di beritakan sebelumnya Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) untuk SMP sudah selesai dilaksanakan, akan tetapi masih terdapat SMP di kota Tangsel yang masih menumpang karena tidak memiliki sarana prasarana yang cukup untuk menggelar ANBK secara mandiri.

Pelaksanaan ANBK yang dilakukan secara online kemarin, diketahui membuat peserta didik di SMPN 24 Kota Tangerang Selatan (Tangsel), harus menumpang pelaksanaan ke lokasi yang mendukung ketersediaan jaringan internet.

ANBK sendiri bukan merupakan pengganti UNBK, akan tetapi program tersebut merupakan penilaian terhadap mutu setiap Sekolah, Madrasah dan program kesetaraan pada jenjang dasar dan menengah.

Wakil Ketua Kurikulum SMPN 24 Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Nita Marginingsih, mengatakan pelaksanaan ANBK ini bertujuan untuk menilai sebuah akreditasi sekolah tersebut.

“Tujuan ANBK sendiri dulu, ialah ujian nasional, yang dimana ujian nasional untuk menilai anak anak sesuai dengan menggunakan mata pelajaran tertentu seperti Bahasa Indonesia, IPA, Matematika dan Bahasa Inggris. Jadi ANBK bukan menilai anak secara individual tetapi menilai sekolah tersebut,” katanya kepada, wartawan di tulis, Selasa, (9/11/2021).

ANBK adalah pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah. Ada tiga instrumen dalam ANBK. Pertama yakni Asesmen Kompetensi Minimum (AKM). Mengukur literasi dan numerasi peserta didik.

Kedua, survey karakter. Mengukur sikap, kebiasaan, nilai-nilai sebagai hasil belajar non kognitif. Ketiga, survey lingkungan belajar. Mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang mendukung pembelajaran. (BJS/RED)

  • Bagikan