Berniat Jual Ginjal Tutupi Hutang, Ibu Hamil Rugi Rp 1 Miliar dari Bisnis Minyak Goreng

TANGERANGRAYA.NET, Tangsel – Salah satu pedagang yang bernama Melvi Monita (23) warga Jalan Waru Raya 1, RT 06/22, Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya yang sedang hamil tua, berniat menjual ginjalnya untuk melunasi utang-utang dia yang hampir bernilai Rp 1 miliar.

“Keputusan saya sudah bulat untuk menjual ginjal saya. Karena saya saat ini terlilit utang dan hal ini sudah disetujui keluarga besar saya,” ungkapnya, kepada wartawan, ditulis Minggu (23/01/2022).

Melvi Monita mengaku utangnya saat ini hampir mencapai Rp 1 miliar, karena bisnis minyak goreng yang ia jalani gagal. 

“Kenapa saya bisa terlilit utang, ya karena kan saya baru mulai bisnis. Bisnis jualan minyak goreng sama jualan online gitu,” katanya.

“Karena saya baru pertama kali, saya gak bisa mengendalikannya. Jadi saya mengalami kerugian yang cukup besar,” timpalnya lagi.

Melvi memulai bisnis minyak goreng sekitar 6 bulan yang lalu. Pada saat itu dia optimis, lantaran barang yang dijual adalah bahan pokok yang dibutuhkan sehari-hari.

Melvi mengaku membeli minyak goreng di agen. Dia membelinya dalam jumlah besar. Tak tanggung-tanggung, stok minyak goreng yang dimiliki Melvi mencapai 500 karton. Satu karton isi 6 dengan ukuran 1-2 liter. Kata Melvi, untuk membeli 2200 karton modalnya mencapai Rp400 juta.

Namun, tiga bulan belakangan ini, sekitar bulan Oktober, bisnis minyak goreng Melvi mengalami kendala. Minyak goreng menumpuk di rumahnya. Melvi menjelaskan, saat itu dia sudah memiliki perhitungan sendiri. Dia tidak menyangka kondisi minyak goreng mengalami kenaikan tinggi.

“Waktu itu kan masih murah, dulu kan se-karton masih 168 (ribu). Terus lama-lama kan mahal-mahal gitu, orang kan gak ada yang mau. Udah cukup lama dari 5-6 bulan. Terus pas 3 bulan ini drop gitu, jadi stok banyak gak ada yang beli. Apalagi waktu itu saya sama sekali gak punya uang, jadi mau gak mau saya harus jual rugi. Modal Rp400 juta saya bisa jual Rp200 juta. Dari situ saya bingung nutupin utang sana – sini.” terangnya.

Setelah mengalami kerugian, MM meminjam uang sana-sini, termasuk kepada rentenir. Utangnya semakin menumpuk.

“Saya minjam (uang) teman saya untuk melunasi utang, terus saya bingung mau bayar pakai apa. Saya pinjam lagi ke teman untuk ganti uang teman saya, gali lubang tutup lubang,” keluhnya.

Dia memaparkan, berbagai cara telah ditempuh untuk menutupi utang-utang tersebut. Mulai dari menggadaikan sertifikat rumah saudaranya, menjual motor dan handphone. Namun, usahanya sia-sia karena jumlah utangnya mencapai Rp 1 milyar.

“Saya sudah mencoba berbagai cara tetapi tidak ada jalan keluar. Makanya saya membulatkan tekat untuk menjual ginjal, resikonya saya sudah tahu dan saya sudah siap,” ujar Melvi sambi bergelinang air mata.

Awalnya Melvi berharap bisnis minyak gorang yang dilakukannya bisa menjadi besar dan sukses. Tapi siapa sangka usahanya itu justru membuat dirinya terjebak utang.

Sejak itu Melvi tidak bisa mengendalikan bisnisnya. Bahkan dia mengaku lebih banyak pengeluaran daripada pemasukan.

“Saya gak bisa mengatur keuangannya, pemasukan dan pengeluarannya. Jadi lebih banyak pengeluaran daripada pemasukan yang saya dapat.” aku Melvi.

Kata Melvi, dalam menjalani bisnis minyak goreng dia melakukannya seorang diri. Meski suaminya mengetahui aktivitas Melvi, namun suaminya fokus bekerja.

Senada, suami Melvi, Rizki Ramdani (26) mengungkapkan, dirinya sudah menyetujui keputusan istrinya tersebut. Karena, baginya tak ada lagi jalan lain yang bisa ditempuh.

“Saya sebagai suami sudah menyetujui, saya juga menawarkan untuk menjual ginjal saya aja tapi istri saya enggak mau karena, saya kan harus cari nafkah,” ucapnya.

Menurut dia, penghasilan setiap bulan tidak dapat menutupi utang-utang istrinya. Sehingga, dia pasrah pada keadaan sulit yang kini mereka alami.

“Saya berharap ada jalan keluar, sejujurnya saya belum ikhlas istri saya jual ginjal. Saya berharap ada yang dapat membantu kami keluar dari permasalahan ini,” Rizki

Diketahui Pemerintah memberlakukan minyak goreng seharga Rp14 ribu per liter akan disebar mulai, Rabu (19/1/2022). (BJS/RED)