Lintas Jalan Bersejarah Hingga Kantor Dewan Tangsel Gelap, Pengendara Motor Khawatirkan Oknum Kejahatan Beraksi

TANGERANGRAYA.NET, Tangsel – Minimnya penerangan di Jalan Raya Serpong dan Setu yang berdekatan dengan tempat bersejarah hingga kantor dewan perwakilan rakyat saat malam hari dinilai sangat membahayakan para pengguna jalan bahkan dapat memberi keleluasaan bagi pelaku kejahatan untuk beraksi.

Melalui pantauan Tim Tangerangraya.net, pada Sabtu, (14/5/2022), ruas jalan Raya Serpong dan Setu dari Taman Pahlawan Seribu sampai Pos Lalu Lintas Dishub terlihat gelap lantaran hanya disoroti oleh lampu dari kendaraan yang menerangi badan jalan.

Seorang pengendara bermotor N-Max Ardyan (27) mengaku khawatir jalanan yang gelap bisa mengakibatkan kecelakan lalu lintas. Ia meminta, pemkot Tangsel tidak hanya obral janji, kalo memang ada program yang baru ia dengar yaitu Program Tangsel Terang.

“Sudah 10 hari saya melintasi jalan ini minim penerangan. Asalkan Pemkot janjiin program tersebut tindak lanjutnya mana. Ini faktanya masih sama, jangan-jangan pepesan kosong lagi, buktinya engga ada penerangan sama sekali,” bebernya, dilokasi.

Meski lebih lanjut, Bagas tidak mengetahui penyebab lampu PJU nya kenapa mati. Yang jelas, lanjutnya, jika tak ada penerangan rawan juga jika ada pejalan kali atau sesama kendaraan yang nggak hati-hati bisa terjadi kecelakaan.

“Bahkan bukan hanya kecelakaan yang mengintai, kondisi jalan yang gelap memberi keleluasaan pula bagi pelaku kejahatan untuk beraksi. Jalan gelap begini kan rawan bang, apalagi namanya begal-begal begitu kan kesempatan kalau kondisi jalan sepi, gelap. Padahal kawasan Maruga terbilang pusat dari perkantoran pemerintahan di Tangsel,” tegasnya.

“Jika di jalan ini banyak lampu penerangan jalan hanya sebatas diterangi oleh lampu-lampu pantulan dari minimarket ataupun tempat usaha yang berada ditepi jalan,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan Pemerintah Kota Tangerang Selatan memprioritaskan program Tangsel Terang tahun ini. Untuk itu, Pemkot Tangsel berencana membangunan ribuan penerangan jalan umum (PJU) pada tahun 2022.

“Insya Allah 2022 ini kita ada pembangunan  1.750 titik PJU baru dan pemeliharaan 486 titik lampu-lampu yang mati. Adapun PJU eksisting se-Tangsel mencapai 44 ribu lebih. Adapun arahan dari Bapak Wakil Wali Kota di APBD perubahan bisa ditambahkan untuk anggaran pemeliharaan,” ujar Ali Akbar, Kabid PJU Dinas Perhubungan Kota Tangsel.

Program Tangsel Terang digulirkan untuk menerangi titik-titik wilayah yang masih gelap. Kendati memang sudah ada lampu tapi perlu ada peningkatan supaya pancaran lampu lebih jernih. Secara rill kondisi Tangsel memang sudah terpasang PJU utamanya di jalan protokol.

Titik-titik prioritasnya yaitu di pintu masuk Tangsel, baik yang ada di Jakarta, Bogor, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang. Tangsel dengan 90 watt tentu sudah terang. Tapi ketika bersebelahan, Tangsel terlihat gelap. (STW/RED)