TUTUP IKLAN
Kota Tangerang Selatan

Gerindra Usung Marshel di Pilkada Tangsel, Paling Cek Ombak

40
×

Gerindra Usung Marshel di Pilkada Tangsel, Paling Cek Ombak

Sebarkan artikel ini

Politik – Pengamat Ujang Komarudin ikut tanggapi pengusungan Marshel Widianto dari Partai Gerindra untuk maju di Pilkada Kota Tangerang Selatan (Tangsel) 2024. Menurutnya keputusan itu merupakan hak dari seluruh partai politik dalam mengusung siapapun.

Walaupun Ujang mengingatkan untuk partai politik harus melihat dari kapabilitas para tokoh yang akan diusung sebagai pemimpin rakyat kedepannya.

BERITA INI DI SUPPORT OLEH

“Itu hak partai politik untuk mengusung siapapun,” ujar Ujang kepada wartawan, saat diminta tanggapannya, dikutip Minggu, (30/06/24).

“Tetapi memang, kalo kita bisa untuk mengusung kandidat menjadi kepala daerah harus dilihat bibit, bebet dan bobotnya, harus dilihat dari track recordnya, harus dilihat dari pengalamannya, harus dari kapabilitasnya, harus dilihat dari intergritasnya dan leadershipnya,” sambungnya.

Ujang berkata, dalam keputusan pencalonan Marshel dapat dilihat dari banyak faktor, tetapi apapun itu kembali kepada hak partai politik. Yang pasti, ia mengingatkan, bahwa masyarakat membutuhkan kepala daerah yang baik dalam memimpin suatu daerah.

“Kita memang tidak bisa melarang partai manapun untuk mengusung kandidat tertentu, tapi bisa jadi Gerindra ini sedang ‘testing in the water’, belum tentu juga mencanlonkan atau mengusung Marshel, semuanya masih sekedar wacana,” terangnya.

Soal kelayakan Marshel sebagai Calon Wakil Walikota berdasarkan latar belakang yang dimilikinya, Ujang menilai, seorang entertaint yang masuk ke dalam dunia politik itu sudah menjadi hal yang lumrah di Indonesia saat ini.

“Bisa jadi testing in the water. Soal layak atau tidak ya persoalannya kan banyak artis juga yang nyalon di legislatif, banyak juga yang nyalon di pilkada, itu kan bukan saat ini saja,” tutur Ujang.

“Dalam konteks layak atau tidak layak, baromoternya tinggal dilihat saja, kemampuannya seperti apa, lalu pengalaman memahami pemerintahannya seperti apa, pengalaman organisasinya seperti apa, prestasi di dunia politiknya apa, intergritas moralitasnya seperti apa, kan banyak faktor yang di uji dan dilihat untuk bisa melihat itu layak atau tidak,” tandasnya.

Laporan: STW