TUTUP IKLAN
Kota Tangerang Selatan

Pedagang Pasar Ciputat Keluhkan ‘Salaran Gelap’

22
×

Pedagang Pasar Ciputat Keluhkan ‘Salaran Gelap’

Sebarkan artikel ini

Tangerang Selatan – Seorang pedagang yang enggan disebut namanya mengaku, setiap harinya harus mengeluarkan dua kali retribusi, saat berdagang di Jalan Haji Usman.

“Kita kan dagang ya mas. Kalau salaran kayak begini, ya gimana mau untung. Kita berharap bisa berdagang dengan nyaman, dan dapat keuntungan mas,” ujar Sumber, ditulis Jumat, (9/2/2024).

BERITA INI DI SUPPORT OLEH

Diketahui berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan, ada kabar tak sedap di lingkungan Pasar Ciputat, di mana para pedagang mengeluhkan salaran yang dikeluarkan oleh Kepala Pasar.

Kemudian dalam Surat Perintah bernomor 04/sp/psr-cpt/XI/2023, Kepala Pasar Ciputat Syamsuddin HS memerintahkan Romadhon untuk menarik salaran pada malam hari, di Pasar Ciputat.

Ketika dikonfirmasi, Kepala UPT Pasar pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangsel, Chandra menyatakan pihaknya tidak mengetahui adanya salaran atau pungutan malam, hingga ke Jalan Haji Usman.

Chandra menjelaskan, wewenang UPT Pasar di bawah Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tangsel, hanya sebatas di dalam blok pasar yang eksis saat ini.

“Kami tidak tahu tuh. Yang jelas itu bukan dari UPT atau Dinas Perindustrian dan Perdagangan. Nanti kita evaluasi,” ujar Chandra lewat sambungan telepon aplikasi, Kamis 8 Februari 2024.

“Makanya kita butuh kawan-kawan (media massa) untuk bantu mengawasi juga. Kalau ada informasi-informasi, boleh sampaikan ke saya,” tambahnya.

Terpisah, Kepala Pasar Ciputat Syamsuddin atau yang akrab dengan panggilan Udin Dompa, menyangkal adanya surat perintah dari dirinya.

Bahkan, lanjut Udin, Ia sering mendengar maraknya oknum yang ‘menjual’ namanya untuk melakukan pungutan liar (Pungli) kepada para pedagang.

“Saya belum denger ada info itu (surat perintah salaran malam). Tukang salar yang mana? Orangnya siapa, saya pengen tau,” ujar Udin.

Menurut Udin, wewenangnya untuk memungut retribusi hanya di dalam pasar, hingga gate (terowongan) Pasar Ciputat.

“Terus terang saya hanya fokus di wilayah saya aja. Sampai di gate. Fokusnya hanya di pasar aja saya mah. Banyak yang jual nama saya soalnya,” tukasnya.

Laporan: STW