TUTUP IKLAN
Kota Tangerang Selatan

Politik Tidak Matematis, PDIP dan Golkar Dinilai Berpotensi Koalisi di Pilkada Tangsel

77
×

Politik Tidak Matematis, PDIP dan Golkar Dinilai Berpotensi Koalisi di Pilkada Tangsel

Sebarkan artikel ini

Politik – Peneliti Senior Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo menanggapi kedekatan Partai PDIP Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dengan Petahana yang maju kembali pada Pilkada Tangsel 2024 yakni Pasangan Calon Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan.

Pasangan yang sering disebut Ben-Pilar ini notabene berasal partai yang tergabung pada Koalisi Indonesia Maju (KIM) pada Pilpres lalu, yaitu Golkar.

BERITA INI DI SUPPORT OLEH

Sedangkan PDIP Pusat sendiri setelah dinamika Pilpres 2024 lalu, pernah memberikan statement tidak akan berkoalisi dengan koalisi pemerintahan terpilih.

Maka timbulah pertanyaan mengenai potensi koalisi PDIP dengan Golkar di Tangsel, yang dimana dua partai memiliki hubungan yang dekat dan berpotensi membentuk koalisi pada Pilkada Tangsel 2024. Padahal, saat Pilpres 2024, dua partai tersebut berada di kubu dan koalisi yang berbeda.

Karyono pun berujar bahwa koalisi pada tingkat nasional seperti Pilpres 2024, tidak akan mempengaruhi koalisi yang akan terbentuk pada Pilkada serentak seperti pemilihan Gubernur, Walikota atau Bupati. Termasuk potensi terbentuknya koalisi PDIP dengan Golkar di Tangsel.

“Menurut saya tidak ada koalisi yang sifatnya permanen antara tingkat nasional dengan daerah, belum pernah tercatat di dalam sejarah Pemilu di Indonesia,” kata Karyono saat diminta tanggapannya, dikutip Minggu, (30/06/24).

“Jadi PDIP koalisi dengan Golkar di Tangsel itu sangat mungkin terjadi, termasuk di beberapa tingkatan daerah lainnya. Bedanya di Tangsel dengan beberapa daerah lainnya adalah kerjasama antara PDIP dengan Golkar atau dengan partai-partai lain yang tergabung pada Koalisi Indonesia Maju atau Koalisi Perubahan itu sangat terbuka, karena tidak linier koalisi di Pilpres dengan koalisi di Pilkada,” sambungnya.

Dengan begitu, baginya, koalisi antara PDIP dengan Golkar pada Pilkada Tangsel 2024 itu peluangnya sangat besar. Apalagi, jelasnya, belum ada sejarah koalisi tingkat nasional itu linier dengan koalisi di tingkat daerah.

Perihal rekam jejak PDIP yang sudah dua kali menjadi oposisi pada Pilkada Tangsel sebelum-sebelumnya, menurut Karyono, itu tidak mempengaruhi kecocokan atau ideal terbentuknya koalisi dengan Golkar.

“Politik itu tidak matematis, tidak hitam putih, jadi kemungkinan koalisi PDIP dengan Golkar itu sangat terbuka, walaupun pada Pilkada Tangsel sebelumnya PDIP mempunyai pasangan calon tersendiri dan berhadapan dengan Golkar, tapi itu tidak berlaku selamanya, politik itu cair ya tergantung bagaimana dinamika yang terjadi,” jelasnya.

Lalu tak lupa, ia juga memberi penjelasan terkait anggapan dari beberapa masyarakat bahwa pendukung dari PDIP akan kecewa jika benar akan terjadi kerjasama dengan Golkar, melihat dari statement yang pernah dilontarkan Ketua Umum Partai PDIP, Megawati Soekarnoputri terkait tidak akan berkoalisi dengan pemerintahan terpilih pada Pilpres 2024.

“Menurut saya tidak akan berimbas ya, saya ingatkan kembali, politik itu cair, saya kasih contoh, ketika hubungan bu Mega dengan pak SBY dinilai kurang harmonis, namun di tingkatan daerah, buktinya koalisi PDIP dengan Demokrat banyak terbentuk, jadi tidak akan berpengaruh ya,” tandasnya.

Laporan: STW