TUTUP IKLAN
Nasional

Purna Paskibraka Tangsel Berhasil Hantarkan Petugas Kibarkan Duplikat Bendera Pusaka di IKN

60
×

Purna Paskibraka Tangsel Berhasil Hantarkan Petugas Kibarkan Duplikat Bendera Pusaka di IKN

Sebarkan artikel ini

Tangerang Selatan – Purna Pasikbraka Indonesia (PPI) Kota Tangsel telah berhasil mengantarkan petugas pengibar bendera untuk mengibarkan duplikat bendera pusaka di Ibu Kota Nusantara (IKN) mewakili Provinsi Banten.

Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Tangsel Warta Wijaya menyampaikan alhamdulillah, di tahun 2024, Kota Tangsel untuk yang ke 3 kali secara beruntun berhasil mewakili Banten untuk paskibraka tingkat nasional.

BERITA INI DI SUPPORT OLEH

Warta menerangkan Kirana Ashawidya dari Kota Tangsel dan Naufal Gibran Ahmddinezad dari Kabupaten serang yang akan mewakili Banten mengibarkan duplikat bendera pusaka sebagai paskibraka di IKN.

“Perjuangan Asha dan Naufal tidak mudah, karena harus melalui seleksi dari tingkat Kota, Provinsi dan terakhir di tingkat Pusat,” ujar Warta, minggu, (23/6/2024).

Warta menuturkan hasil ini tentu tak lepas dari kolaborasi semua elemen terkait yang ada di Tangsel.

“Yang pasti perjuangan Asha yang luar biasa juga ada peran serta dari orang tua, pembina di sekolah, Pemerintah Kota Tangerang Selatan yaitu melalui Kesbangpol dalam hal ini telah memfasilitasi dan mendampingi para calon paskibraka, serta rekan-rekan senior sampai pelatih dari purna paskibraka yang telah memberikan pembekalan kepada adik-adik calon paskibraka,” ungkap Warta.

“Maka dari itu saya berharap kedepannya saya harap Asha, sukses dalam penugasannya di IKN nanti dan dapat membawa nama baik Banten khususnya Tangerang Selatan di tingkat Nasional,” tutup Warta.

Kirana Ashawidya Baskara Asal Kota Tangsel Terpilih Sebagai Calon Paskibraka Tingkat Pusat Tahun 2024

Kirana ashawidya baskara yang biasa dipanggil Asha, adalah siswa SMA Labschool cirendeu Kota Tangsel yang mewakili Tangsel dan Provinsi banten ditingkat Nasional sebagai calon paskibraka pusat tahun 2024.

Asha lahir pada 13 juni 2008 di Tangerang Selatan, perempuan dengan cita-cita Dokter gizi itu kini genap berusia 16 tahun.

Pada awalanya Asha mengikuti rangkaian tahapan seleksi yg diadakan oleh kesbangpol pada tingkat Kota, Provinsi sampai Tingkat Pusat, Perjalanan menuju Tingkat Nasional tidak dilalui asha dengan mudah.

Saat mendaftar sebagai anggota Paskibraka, ia harus memenuhi kriteria fisik yang ditentukan, misalnya tinggi badan minimal untuk putri 165 sentimeter.

Selain itu, ada tes kesehatan fisik. Asha harus mampu berlari selama 12 menit, melakukan push-up, sit up, hingga shuttle run.

Serangkaian seleksi lainnya yakni wawancara tentang kewarganegaraan, akademik, Tes wawasan kebangsaan (TWK), Tes itelegensi umum (TIU) dan tentunya baris-berbaris.

Akhirnya, remaja yang memiliki hobi Panahan dan Mengambar itu berhasil lolos mewakili Provinsi Banten, bersama Naufal Gibran Ahmadinezad Kuswara asal perwakilan Kabupaten Serang.

Laporan: STW