TUTUP IKLAN
Nasional

Limbah Dapur Program Makan Siang Dinilai Bisa Hasilkan Kalsium Hewan dan Tumbuhan

90
×

Limbah Dapur Program Makan Siang Dinilai Bisa Hasilkan Kalsium Hewan dan Tumbuhan

Sebarkan artikel ini

Nasional – Limbah dapur umum program makan siang minum susu dinilai dapat untuk pakan ternak yang salah satunya dapat dijadikan kalsium bagi hewan atau tumbuhan.

Hal tersebut disampaikan salah satu anggota Satgasus Jaga Pangan Segmen 3P bidang ketahanan pangan Wibowo sekaligus praktisi peternakan, pupuk dan pakan.

BERITA INI DI SUPPORT OLEH

Wibowo mengatakan hari ini saya mendapatkan peran dari satgasus untuk pengelolaan limbah dari acara prototype makan siang minum susu yang dikemas dalam agenda buka bersama yang bertema “Edukasi Teknologi Pertanian Pada Generasi Alpha”.

“Salah satu limbah yang bisa diolah dari dapur umum ini adalah untuk pakan ternak. Yang berikutnya ada beberapa program turunan lagi, salah satu nya dapat dijadikan sebagai pupuk/bakteri cair (baik) dan suplemen bagi pakan ternak,” ungkap Wibowo, di MI Asy-Syifa Pamulang, Tangerang Selatan, Senin, (2/4/2024).

Lalu untuk limbah minyak, Wibowo menyampaikan dapat digunakan sebagai sabun atau hal-hal lain.

“Nanti juga ada kajian terhadap pengelolaan limbah kulit telur, limbah dari tulang yang dapat dijadikan kalsium bagi hewan atau tumbuhan,” terang Wibowo.

Wibowo menjelaskan lalu ada beberapa lagi yaitu limbah yang dapat dimanfaatkan langsung salah satunya limbah cair yang masih dalam keadaan fresh untuk pakan ternak seperti ternak ulat BSF ataupun ulat Jerman itulah yang dikatakan pemanfaatan limbah.

“Dari proses pemanfaatan limbah ini dapat disebut sebagai proses hilirisasi, karena proses hilirisasi dari limbah adalah memanfaatkan limbah menjadi seru. Kenapa seru, karna hal tersebut bisa dijadikan sebagai alat cover operasional dalam peternakan maupun pertanian dan perkebunan,” menurut Wibowo.

“Pemanfaatan limbar dapur program makan siang minum susu pun dapat menghasilkan nilai ekonomis, ketika kita memanfaatkan sebuah limbah butuh proses pemilihan (pilah-pilah), seperti limbah plastik dapat jadi biji plastik atau menjadi produk UMKM seperti kerajinan tangan, serta limbah nasi yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk padat maupun cair,” tutup Wibowo.

Laporan: STW