TUTUP IKLAN
Kota Tangerang Selatan

Gelar Peningkatan, Dinkes Tangsel Dorong Kader Posyandu Tingkatkan Kompetensi Pelayanan

24
×

Gelar Peningkatan, Dinkes Tangsel Dorong Kader Posyandu Tingkatkan Kompetensi Pelayanan

Sebarkan artikel ini

Tangerang Selatan – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memberi peningkatan kapasitas kepada para kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).

Hal demikian dilakukan untuk memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat.

BERITA INI DI SUPPORT OLEH

Pada kesempatan itu Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie menyampaikan, kegiatan ini merupakan ajang yang bermanfaat untuk menambah wawasan ibu-ibu kader Posyandu.

“Kegiatan ini bisa menambah wawasan ibu-ibu dalam menjalankan perannya sebagai kader Posyandu,” kata Benyamin.

Melalui kegiatan ini, pemerintah melalui Dinkes Kota Tangsel berupaya untuk meningkatkan pelayanan kesehatan untuk masyarakat.

“Sehingga Posyandu yang sudah ditempatkan sedemikian rupa di tengah masyarakat dapat memberi pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Sementara Kepala Dinkes Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar memaparkan dalam kegiatan ini, ibu-ibu kader Posyandu dituntut agar dapat meningkatkan kompetensinya.

“Dituntut menjadi kader yang kompeten dengan lima kompetensi dasar kader. Ini sebagai bentuk sosialisasi, untuk tentunya bagaimana kader-kader ini bisa meng-upgrade dirinya supaya bisa menjadi kader yang kompeten dengan 25 kompetensi dasar kadernya,” papar Allin.

Berdasarkan kompetensi dasar tersebut, para kader harus bisa memberi pelayanan sesuai dengan siklus kehidupan.

“Mulai dari bayi, balita, ibu hamil, menyusui, remaja, sampai dengan lanjut usia (lansia). Oleh karena itu kader-kader ini harus dibekali dengan kebutuhannya tadi. Dari 25 kompetensi dasar itu bila dikelompokkan itu ada lima. Pertama kader harus bisa mempunyai keterampilan manajemen atau pengelolaan Posyandu,” bebernya.

Selanjutnya, kata Allin, para kader juga harus memiliki keterampilan untuk memberi pelayanan terhadap ibu hamil dan menyusui. Ketiga, harus mempunyai keterampilan untuk bayi dan balita. Keempat, keterampilan untuk usia sekolah dan remaja. Kelima, keterampilan untuk usia produktif dan lansia.

“Sehingga dengan demikian, Ia berharap agar pelayanan kesehatan dapat diberikan secara optimal kepada masyarakat. Dari tujuh kecamatan, jumlah kader yang diberikan insentif itu ada 5.800 orang. Dengan 849 Posyandu,” tandas Allin.

Laporan: STW