TUTUP IKLAN
Kota Tangerang Selatan

Koordinator Tim Relawan Gugus Tugas Tangsel Sambangi Mantan Bandar Rolet

15
×

Koordinator Tim Relawan Gugus Tugas Tangsel Sambangi Mantan Bandar Rolet

Sebarkan artikel ini

TANGERANGRAYA.NET, TANGSEL – Saat pembagian paket bantuan ‘door to door’. Koordinator Tim Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid19 Akrom Saleh menemukan Nacat seorang mantan bandar rolet/kopro yang jatuh miskin dan kini sudah beralih profesi dan tinggal di pembuangan sampah liar Kampung Leguti, Serpong- Tangerang Selatan, Minggu, (31/5/2020).

Mantan bandar rolet/kopro ini mengaku pada masanya bisa meraup keuntungan setiap malam kurang lebih Rp 500 ribu, namun itu 15 tahun yang lalu saat Layar Tancap masih berjaya.

BERITA INI DI SUPPORT OLEH

Sebagai penduduk asli Tangerang Selatan yang bermukim di Kampung Jombang, Lengkong Gudang Timur, Serpong Tangerang Selatan, Banten, kini pria berusia 65 tahun itu tinggal sebatang kara di tempat pembuangan sampah yang diduga ilegal. Pun demikian Gubuk yang ia tempati sangat tidak layak bagi seorang manusia.

Kepada wartawan Nacat membeberkan bahwa penyebab kebangkrutannya adalah berkurangnya minat atau trend ‘penanggap’ layar tancap saat masa saat ini. Ketiadaan peminat inilah yang akhirnya mempengaruhi pendapatan Nacat.

Berdasarkan informasi yang diperoleh tim tangerangraya.net, Nacat yang hari-harinya mengais limbah plastik itu selalu luput dari bantuan.

Ditengah tumpukan sampah yang menjadi tempat tinggalnya saat ini, Nacat yang sudah beralih profesi menjadi pemilah limbah dirumahnya mengakui bahwa ia sudah tidak lagi jadi bandar semenjak tahun 2001 lalu.

Sekarang “Mau cari yang halal, meskipun penghasilan sekarang jauh berbeda saat menjadi bandar rolet” terlebih di saat dampak dari covid19 ini.

Di usia rentanya hidup sebatang kara di tempat limbah/sampah, sehingga membutuhkan perhatian, kini nasibnya bergantung dgn limbah plastik, Kampung Leguti, Serpong Tangsel, Minggu, 31/5/2020.

Laporan : Dirgantara Umbara