TUTUP IKLAN
Kota Tangerang Selatan

Miliki UPTD Laboratorium Konstruksi, DSDABMBK Tangsel Kejar Akreditasi Nasional

107
×

Miliki UPTD Laboratorium Konstruksi, DSDABMBK Tangsel Kejar Akreditasi Nasional

Sebarkan artikel ini

Tangerang Selatan – Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Kontruksi (DSDABMBK) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mempunyai UPTD Laboratorium Konstruksi yang bertempat di gedung baru SDABMBK Tangsel.

Kepala Bidang Jasa Konstruksi dan Bina Manfaat, Mahyudin Mahmud mengatakan bahwa UPTD Laboratorium Konstruksi pada DSDABMBK Tangsel, sudah tertuang dalam Peraturan Wali Kota (Perwal) nomor 24 tahun 2023 tentang peran Susunan Perangkat Daerah, dan telah dilaksanakan pelantikan beberapa hari lalu oleh Walikota Tangsel yang mengangkat Ibu  F Wahyuni Catur Rini sebagai pejabat kepala UPTD Laboratorium Konstruksi.

BERITA INI DI SUPPORT OLEH

Sementara Kepala UPTD Laboratorium Konstruksi Ibu Fransiska Wahyuni Catur Rini, ST. MT menjelaskan UPTD Laboratorium yang dibentuk kedepan dapat menerima layanan pengujian hasil pekerjaan konstruksi.

Dalam rangka persiapan akreditasi, laboratorium perlu melakukan langkah-langkah awal berupa kalibrasi alat hingga penyusunan kelengkapan dokumen penunjang.

“Disana banyak sekali kegiatan yang harus dipersiapkan antara lain sertifikasi personil, kalibrasi alat, pemeliharaan alat, pelaksanaan uji profisiensi/uji banding hingga penyusunan dokumen kelengkapan,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, dalam waktu dekat, pihaknya akan mengikuti pelatihan.dan sertifikasi personil untuk menunjang persiapan akreditasi.

“Kita nanti rencananya ada 8 sampai 9 pelatihan, kemudian itu paralel dengan penyusunan dokumen, sambil melengkapi persyaratan untuk pengajuan akreditasi,” jelasnya.

Kalau uji profisiensi itu biasanya diadakan di suatu lembaga, jadi disana ada beberapa laboratorium yang mendaftar untuk mengikuti uji profisiensi tersebut,” tambahnya.

Akan tetapi, seandainya suatu pengujian tidak ada penyelenggara uji profisiensinya, maka bisa diadakan uji banding  antar laboratorium.

Jadi misalnya seperti density aspal itu belum ada lembaga yang menyelenggarakan uji profisiensi nya, itu bisa dilakukan uji banding di laboratorium lain yang sudah terakreditasi terlebih dahulu,” imbuhnya.

Maka dari itu, supaya UPTD Laboratorium ini bisa mendapat kepercayaan dari masyarakat, pihaknya sedang melakukan persiapan akreditasi.

Untuk penjadwalannya sendiri diperkirakan mulai dari pertengahan hingga akhir tahun 2024 itu diharapkan kita sudah bisa mengajukan permohonan untuk dilakukan assesment terhadap laboratorium kita,” imbuhnya.

Dikatakan Rini, dari beberapa alat yang sudah ada di UPT Laboratorium itu diharapkan bisa menunjang untuk pengajuan akreditasi tersebut.

“Contohnya adalah kuat tekan paving, kuat tekan beton, kuat tekan beton itu ada silinder, beton kubus, juga inti pengeboran, yaitu dari hasil core drill lalu diuji kualitas betonnya menggunakan alat kuat tekan,” tuturnya.

Langkah awal kedepannya agar kepercayaan terhadap laboratorium dapat dicapai, maka progres menuju akreditasi nasional melalui Komite Akreditasi Nasional (KAN) harus dipercepat, persiapan pengajuan akreditasi tersebut akan dilanjutkan di 2024,” tutupnya. (**).

Laporan: STW