TUTUP IKLAN
Politik

481 Kali Kunjungan, Kunker Anggota Dewan Diminta Tak Sebatas Kejar Tunjangan

41
×

481 Kali Kunjungan, Kunker Anggota Dewan Diminta Tak Sebatas Kejar Tunjangan

Sebarkan artikel ini

Tangerang Selatan – Berdasarkan data, Anggota DPRD Kota Tangsel di Komisi I melakukan kunjungan kerja (Kunker) sebanyak 121 kali dalam periode Januari hingga Desember 2023 lalu.

Sementara Komisi II, sebanyak 118 kali. Komisi III 125 kali kunjungan, dan Komisi IV sebanyak 117 kali.

BERITA INI DI SUPPORT OLEH

Menyoroti kinerja komisi yang berhubungan dengan pelayanan kepada masyarakat, Komisi II yang bertugas soal kesejahteraan masyarakat, paling banyak melakukan kunker ke Kota Cirebon, yakni 18 kali kunjungan.

Ke Kota Cirebon, Komisi II mengunjungi Kota Cirebon, untuk mendapatkan informasi dan perbandingan pada DPRD, Dinas Sosial, Dinas Pemuda dan Olah Raga, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Cirebon.

Selain itu, Anggota Komisi II DPRD Kota Tangsel juga mengunjungi Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan Dinas Pendidikan Kota Cirebon.

Sementara Anggota Komisi IV DPRD Kota Tangsel, paling banyak melakukan kunjungan ke Kabupaten Kerawang dan Kabupaten Sukabumi, yakni sebanyak 14 kali kunjungan.

Masih dalam data yang diterima wartawan, Anggota Komisi IV melakukan kunjungan ke DPRD, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kerawang.

Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Dinas Pertanian, Dinas Perhubungan UPTD Klari Kabupaten Kerawang.

Di Kabupaten Sukabumi, Komisi IV DPRD Kota Tangsel mengunjungi Dinas Pekerjaan Umum UPTD PU Cicurug, UPTD Terminal Cicurug, UPTD Perhubungan Cibadak, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Kantor Kecamatan Parungkuda Kabupaten Sukabumi.

Menyikapi hal tersebut, Pengamat Politik Ujang Komarudin mengatakan, masyarakat pastinya menunggu hasil dari perjalanan dinas Anggota DPRD Kota Tangsel.

“Yang diharapkan oleh konstituen itu yah implementasi dari kunker itu. Kalau kunker itu misalkan di kota tertentu, membahas soal pembangunan jembatan, tata kota dan lainnya, itu bagaimana bisa diterapkan,” beber Ujang, kepada Tangerangraya.net, Senin, (15/1/2024).

“Masyarakat Tangsel juga menilai bagus. Harapannya, kunker tidak hanya sebatas mendapatkan tunjangan, tapi bagaimana hasil kunker itu bisa diaplikasikan di masyarakat,” tandasnya.

Laporan: STW