TUTUP IKLAN
TNI - Polri

Tim Samapta Polda Sumbar Bantu Evakuasi Korban Erupsi Gunung Marapi

109
×

Tim Samapta Polda Sumbar Bantu Evakuasi Korban Erupsi Gunung Marapi

Sebarkan artikel ini

Bukittinggi – Dua orang anggota Polda Sumbar yang turut menjadi korban erupsi Gunung Marapi yang terjadi pada Minggu (3/12) sore.

Dua anggota Polda Sumbar tersebut, bernama Bripda Rexy Wendesta dan Bripda Muhammad Iqbal. Keduanya bertugas di Direktorat Samapta Polda Sumbar.

BERITA INI DI SUPPORT OLEH

Tim Samapta Polda Sumbar diturunkan untuk membantu dalam pencarian korban yang masih belum dievakuasi yang dipimpin oleh Kaurbinops Dit Samapta Polda Sumatera Barat AKBP Andreanaldo Ademi, S.H., S.I.K.

“Saat ini situasi Gunung Marapi masih aktif erupsi, kami dari tim Samapta Polda Sumbar membantu dalam pencarian korban,” kata Andreanaldo kepada beritaraya.id ketika dihubungi melalui pesan WhatsApp. Rabu, 6 Desember 2023.

Sesuai perintah bapak Kapolda Sumbar, kami dari Direktorat Samapta Polda Sumbar berjumlah 32 orang anggota bergabung dengan tim lainnya membantu dalam proses pencarian korban.

Dalam proses pencarian korban selanjutnya, saat ini kami masih susah mencapai titik evakuasi seperti cadas, tugu abel, lapangan bola, puncak merpati dan taman adelwise tempat korban karena gunung sampai saat ini masih sering erupsi,” ujarnya.

Lanjutnya, kondisi cuaca dengan kabut tebal serta kerap turunnya hujan membuat jalan licin menjadi tantangan tim dalam melakukan proses evakuasi.

Karena anggota kami dalam tim evakuasi ini tidak semua menguasai medan, sehingga kami dibantu oleh masyarakat yang mengetahui situasi wilayah,” sambungnya.

Dua orang rekan kami dari Samapta Polda Sumbar yang turut menjadi korban, Bripda Muhammad Iqbal telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan jenazahnya telah kami evakuasi, sedangkan Bripda Rexy Wendesta selamat.

Dari data Pusdalop BNPB jumlah pendaki yang berhasil ditemukan sebanyak 74 orang, 22 orang meninggal dunia sedangkan 40 orang pendaki selamat telah kembali ke rumah masing-masing.

“Dan 12 orang lainnya saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSAM Bukittinggi dan RSUD Padang Panjang,” jelasnya.

Namun, kami masih akan terus melakukan penyusuran di lokasi dan standby di Posko 1 guna memastikan tidak ada lagi korban yang belum dievakuasi. Tutupnya.